Sunday, December 6, 2015

Sepotong Kisah di Kaki Gunung Setugel

Sebuah perjalanan panjang yang kini kujalani tak pernah terfikirkan dalam hidupku. Itulah yang mungkin dinamakan takdir. Semuanya sudah ditentukan oleh-Nya. Tinggal di lereng Merbabu sama sekali tak pernah kubayangkan sebelumnya. Meninggalkan segala aktifitas di kota yang apa saja kita inginkan bisa kita peroleh dengan segera.
Sepotong Kisah di Kaki Gunung Setugel
Sepotong Kisah di Kaki Gunung Setugel

Hidup adalah pilihan. Aku bersyukur dengan apa yang Alloh takdirkan padaku hari ini. Walaupun "kehidupan" tak semudah dulu. Tapi aku bahagia. Aku tersadar bahwa kebahagiaan itu tak selamanya mampu diukur dengan materi.
Kembali kepada aktifitasku beberapa tahun silam. Mengajar anak-anak TPA di Dusun Gumuk dibawah kaki Gunung Setugel. Dusun ini merupakan dusun paling ujung barat di bawah kaki gunung tanpa puncak itu.
Jalanan yang harus kulalai lumayan terjal.Jarak yang harus ditempuh sekitar 30 menit. Jalanan berliku, penuh dengan tanjakan dan turunan. Sebelah kiri jalan dihiasai dengan jurang-jurang mungil yang menukik tajam. Lisan terus merapal doa-doa kala melewati jalanan ini. Berharap Yang MahaKuasa melindungi dalam perjalanan.
Sesampainya di dusun yang diapit beberapa lembah mungil ini, aku disambut dengan tawa bocah-bocah lugu. Mereka anak-anak lereng Merbabu yang belum "terkontaminasi" oleh kehidupan modernitas yang mengedepankan sikap hedonitas. Tata krama dan ahlaq mereka begitu mempesona. Ah, begitu indah rasanya.

Ditulis Oleh: Tri Sujarwo Songha.

No comments: