Krandegan demikian nama dusun di ujung Lereng Gunung Sumbing. Ini bisa dikatakan sebagai salah satu dusun tertinggi di lereng gunung yang sering didaki oleh para pendaki nusantara bahkan mungkin dunia. Dusun Krandegan masuk dalam Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Terletak di ketinggian sekitar 1500 meter dpl. Rumah berbaris rapih diantara tanjakan dan turunan. Hampir semua rumahnya bergaya sama, ala jawa.
![]() |
| Menapaki Tangga Langit Magelang lewat Krandegan, Photo by: Tri Sujarwo Songha |
Nobu dan Kika, rekan seperjalananku dari Jepang berkata, “Like in Nepal”. Kata mereka dusun mungil ini seperti di atas awan. Dua traveller asal Jepang itu memang sangat menyukai Nepal. Perjalanan kali ini membuat mereka serasa kembali berada di Nepal namun dengan rasa Indonesia. Dusun ini semuanya muslim, termasuk lima dusun lainnya di Desa Sukomakmur 100% muslim. Wanita dengan jilbabnya bertebaran di sepanjang jalan. Taman Pendidikan AlQuran (TPA) juga dikelola dengan baik di sini. Masjid dan musola dimana-mana ada.
Negeri Di Atas Awan Magelang demikian kujuluki Dusun Krandegan ini. Pesonanya memang luar biasa. Barisan rumah langgam jawa di Lereng Sumbing lengkap dengan kabut-kabut tebal yang menyelimutinya. Sepintas kabut tebal itu selaksa awan yang berarak-arakan. Keramahan penduduknya, yang hampir semuanya menyapa dengan lembut, “Pinara, mas”. Dalam bahasa setempat pinara berarti mampir.
Mereka tak sekedar basa-basi, aku pernah mencoba sekali. Saat mereka berteriak “Pinara, mas” aku benar-benar mampir, masuk ke rumah dan mengobrol. Alhasil, aneka jamuan dikeluarkan oleh sang tuan rumah. Rupanya memang benar, mereka tak sekedar basa-basi. Mereka sangat senang jika ada orang asing datang ke rumah mereka. Apalagi saat mereka tahu saya dari “Lampung”, tanah lain di Daratan Sumatera. Mungkin perasaan mereka semakin membuncah. “Ah, pinara, ah. Sembari melihat pertunjukan seni sore itu”.
Ditulis Oleh: Tri Sujarwo Songha.

No comments:
Post a Comment